Hanya 6% Penduduk Indonesia Yang Menempuh Bangku Kuliah

17
Feb 2023
Category : Article
Author : Admin Educativa
Views : 3811x

Halo EduPartner! Pendidikan adalah salah satu modal penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan individu, masyarakat, dan negara. Salah satu caranya adalah melalui pendidikan tinggi atau kuliah. Namun, EduPartner tahu nggak sih bahwa saat ini hanya sekitar 6% penduduk Indonesia yang sudah menempuh bangku kuliah.

Berapa banyak penduduk yang menempuh pendidikan di Indonesia?

Menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), penduduk Indonesia berjumlah 275,36 juta jiwa pada tahun 2022.

Dari jumlah tersebut hanya 6,41% yang sudah mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Rinciannya, yang berpendidikan D1 dan D2 proporsinya 0,41%, kemudian D3 sejumlah 1,28%. S1 sejumlah 4,39%, S2 sejumlah 0,31%, dan hanya 0,02% penduduk yang sudah mengenyam pendidikan jenjang S3.

Sampai akhir tahun 2022, penduduk Indonesia yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ada sebanyak 20,89%. Kemudian yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 14,54%.

Sementara itu, 23,4% penduduk Indonesia merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD). Ada pula 11,14% yang belum tamat SD, dan penduduk yang tidak sekolah/belum sekolah mencapai 23,61%. Artinya, mayoritas penduduk Indonesia tidak sekolah/belum sekolah.

Bagaimana dengan negara lain?

Sebagai perbandingan, jumlah penduduk yang menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat adalah sebesar 27.2%. Di negara Asia seperti Jepang, persentasenya jauh lebih tinggi yaitu 53.7%. Sedangkan negara Singapura yang berada di Asia Tenggara memiliki tingkat persentase jumlah penduduk yang menempuh pendidikan tinggi sebesar 41.6%.

Mengutip dari statista.com, per Desember 2022, 41,6 persen angkatan kerja di Singapura memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi (magister atau doktoral). Singapura telah meningkatkan pangsa pemegang gelar dalam angkatan kerja dalam beberapa dekade terakhir, meningkatkan keterampilan tenaga kerjanya untuk memenuhi tuntutan ekonomi yang lebih canggih.

Siswa muda belajar, rak buku perpustakaan, mahasiswakuliah pendidikan tinggi
Mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi, sedang berada di perpustakaan kampus.

Apakah kuliah itu penting?

Memang, bagi sebagian orang, menjalani kuliah atau menempuh pendidikan tinggi menjadi bekal yang penting untuk karir masa depan. Dengan kompetensi yang dimiliki dari lulusan perguruan tinggi. Kita bisa menjadikan kuliah sebagai solusi untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan membantu meraih karir yang lebih baik.

Namun, sebagian orang lainnya beranggapan bahwa kuliah atau pendidikan tinggi bukanlah sebuah keharusan, karena kuliah hanyalah satu dari aneka cara seseorang bisa belajar. Sedangkan yang perlu diingat adalah tujuan akhir dari perkuliahan itu sendiri.

Nah, kalau menurut kamu gimana nih, EduPartner? Apa pendapatmu tentang pendidikan tinggi di Indonesia? Apakah pendidikan tinggi itu penting? Komen di bawah ini ya! 🙂

Tidak ada komentar

Leave a Comment

 

This will close in 0 seconds

How It Works

Gimana Cara Kerja Educativa?

Prosesnya simpel, terarah, dan dibantu tim yang sesuai kebutuhanmu— jadi kamu nggak harus bingung jalan sendiri dari awal.

1

Ceritakan Kebutuhanmu

Mulai dari konsultasi awal untuk menyampaikan kendala, target, atau tahap riset yang sedang kamu hadapi.

2

Kami Petakan Solusinya

Tim kami akan membantu mengarahkanmu ke layanan, alur, dan bentuk pendampingan yang paling relevan.

3

Jalani Proses dengan Terarah

Setiap tahap dibuat lebih jelas agar progresmu lebih rapi, lebih terukur, dan tidak terasa berjalan sendirian.

4

Lanjut Lebih Yakin

Kamu bisa lanjut mengerjakan riset dengan arah yang lebih jelas, minim kebingungan, dan lebih siap menghadapi revisi.

Ecosystem Map

Start Here — Pilih jalur risetmu

4 pilar Research SuperApp Educativa. Tinggal klik sesuai kebutuhan kamu.

✨ EduTeam Update
Testimoni terbaru
“Bimbingannya rapi banget, jadi nggak stuck. Bab 1–3 langsung kebentuk.”
— Mahasiswa S1 • Layanan: EduResearch
Lihat semua testimoni →